Entri Populer

Rabu, 11 September 2013

Fans Agnes Monica dan Fans JKT48 di Satu Area

Minggu, 8 September 2013, berbekal tiket hasil menang kuis yang diselenggarakan perusahaan tempat gue bekerja, gue dan dua teman gue datang ke closing acara Jak - Japan Matsuri (JJM) yang dirayakan di Monas. Untuk closing tahun ini, panitia mengundang Agnes Monica dan JKT48 yang dijadwalkan perform di malam hari.

Gue bukan penggemar berat Agmon dan JKT48. Tapi gue bohong kalau gue bilang gue nggak pengen lihat penampilan langsung mereka yang sering diperbincangkan dengan sinis juga manis  baik di dunia nyata pun di dunia maya.

Mendekati pukul 20.00 panggung yang letaknya berdekatan dengan stand para penjual makanan, tempat gue dan dua teman gue sedang menikmati salah satu makanan khas Jepang, mulai didatangi orang-orang yang kebanyakan di antaranya adalah ABG cowok. Area panggung semakin rame saat di panggung muncul girlband (atau pop idol?) yang sepertinya asli dan mungkin juga didatangkan dari Jepang (mereka menyapa dan menyanyikan lagu-lagu dengan bahasa Jepang).

Awalnya gue cukup puas menonton aksi di panggung lewat layar berukuran lumayan besar yang disediakan di dua sisi panggung. Tapi setelah gue pikir-pikir, kakak Agmon dan dedek-dedek JKT48 sudah sedekat ini, masak gue juga harus lihat mereka nyanyi dan nari lewat layar. Akan cuma beda tipis dengan gue di kos buka youtube atau nonton tv untuk lihat mereka konser. Akhirnya gue meninggalkan teman-teman gue yang ogah nyelip-nyelip di antara ramenya penonton.

Gue cukup beruntung malam itu. Gue berhasil nyelip (tanpa terinjak) dan sampai di dekat kursi para tamu yang apes karena pandangan mereka ke panggung terhalang oleh punggung-punggung beberapa penonton yang berdiri. Persis di belakang gue, ada dua ABG cowok yang tidak lebih tinggi dari gue berdiri di atas satu kursi demi bisa melihat idola mereka. Tak lama, yang dinanti-nantikan akhirnya muncul di panggung, yup gerombolan dedek-dedek cute dari JKT48 yang nggak bisa gue lihat langsung karena orang-orang yang berdiri di depan gue tinggi-tinggi sekali. Gue melirik kursi yang diinjak si dua ABG, berharap ada space untuk gue juga bisa berdiri di atasnya. Tentu saja nggak ada. Untunglah, tak sampai 10 menit penampilan awal JKT48, satu penonton meninggalkan kursi yang ia duduki. Gue pun, meski awalnya ragu, ikut berdiri bersama dua ABG tadi. Sejenak mengabaikan usia dan menikmati rasa kembali menjadi ABG :))

Akhirnya gue bisa melihat adek-adek JKT48 bernyanyi dan menari dengan lincahnya langsung. Gue juga bisa menyaksikan betapa antusiasnya para penggemar mereka. Mereka ikut bernyanyi, meneriakkan kata-kata yang sebagian besar gue nggak ngerti apa artinya, dan merekam aksi panggung JKT48. Ada yang cukup puas merekam momen itu dengam ponsel mereka ada juga yang niat bawa kamera sebesar kamera ibu negara. Tak ketinggalan dengan light stick khas fans JKT48. Dengan semangat mereka mengayun-ayunkannya.

Penampilan JKT48 disusul oleh Agnes Monica setelah mereka menyanyikan kurang dari 10 lagu. Hampir separuh dari penonton meninggalkan area panggung begitu JKT48 berpamitan. Tampaknya malam itu fans JKT48 lebih banyak dari Agnes Monica.

Gue bahagia melihat langsung penampilan Agmon. Dia keren, baik suara mau pun tariannya. Malam itu dia juga membawa keponakan perempuannya yang ikut menari bersama para dancer Agmon.

Berada di tengah kerumunan fans Agmon dan JKT48 ternyata tidak seseram yang sempat gue bayangkan. Apa mungkin karena gue berada di tengah fans yang tidak sefanatik mereka yang pernah gue "jumpai" di dunia maya?